بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Sabtu, 15 Oktober 2022
7 Tahun
Sabtu, 28 Mac 2015
Sebuah Kematian
Jumaat. 27.03.15
Akhirnya orang yang tiap kali aku on facebook akan terjah profile dia dulu sejak tahu dia kritikal di ICU, telah pergi menemui Ilahi. Sesak dada sebab tahu selepas 4 jam pemergiannya. Aku tangisi kematiannya.
Dia bukan siapa siapa dalam kehidupan aku. Sekadar friend on list di facebook yang tidak pernah berhubung melainkan sekadar ucapan selamat hari lahir. Ah hari lahirnya cuma sehari selepas aku. Mudah nak ingat. Cuma ya, aku silent reader status statusnya. Rupanya sudah lama. Dari zaman dia belajar sekitar 2009/2010 hingga waktu dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dan aku perasan dia rupanya warded sejak bulan satu, tapi hakikatnya hujung tahun 2014 dia sudah bermastautin menjadi pesakit hospital. Sejak sejak itu aku lebih kerap memerhati statusnya, apa sakitnya, harapnya cepat sembuh. Sampai satu ketika melimpah wall postnya dengan pengkhabaran dia kritikal. Doa tidak putus putus dari keluarga dan sahabatnya. Sehinggakan aku rasa ramai silent readernya yang muncul juga memberi kata semangat.
Dan aku juga. Mengharap keajaiban untuk pejuang di ICU.
Bayangkan. Aku on facebook semata nak tahu khabar beritanya. Seminggu dia kritikal seminggu itu jugalah aku kerap menyelusuri facebooknya. Tak pernah aku gigih begitu inikan pula pada stranger. Sampailah pada jumaat (27.03.15) terdetik di hati aku, jika Tuhan ambil dia pergi bukankah ini pelajaran yang sangat besar? Aku sudah lama tidak menghadap kematian yang aku kenali, yang aku rasa sakit di dada menangisi. Aku tahu mati tak mengenal usia nyatalah Tuhan mengambilnya pergi ketika usianya cuma 27 tahun, yang sebelumnya dalam keadaan sihat lalu didiagnosis dijangkiti tibi abdomen.
Bagaimana kalau aku di tempat dia? Bagaimana kalau Tuhan kata hayat aku cuma tinggal beberapa ketika? Dia pergi pada genap dua bulan selepas ulang tahun kelahirannya. Melihatkan status statusnya beberapa minggu sebelum itu, siapa sangka bahawa ajalnya sudah begitu dekat?
Aku tangisi pemergian ini atas hilangnya seorang doktor yang menceriakan, tetapi aku lebih berduka melihat diri aku yang penuh dosa dan noda. Tuhan mengangkatnya menjadi mulia, moga Tuhan tidak menjadikan aku hina.
Allahu akbar. Kematian itu membangunkan.
Rehatlah Iskandar Dzulkarnain. Sekarang sudah sihat dari penyakitmu. Moga malam malammu di alam barzakh bertemankan taman taman syurga yang indah. Dan moga dalam sakitmu sebelum itu telah menghapus tiap dosamu.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiunn
Selasa, 17 Februari 2015
2015
Aku tahu dah masuk setengah bulan dua dah pun tapi sebab blog ni dah seratus tahun tak update so 2015 still new for me. Hiks.
Dan Alhamdulillah merasa dah kita ke tahun 2015. 2015 ni kira permulaan hidup yang baru la jugak untuk aku. Sebabnya, aku berhenti kerjaaa wohoooo. Hmm. Aku tak expect pun aku akan berhenti kerja. Paling paling pun bertukar syarikat bekerja bukannya berhenti terus. Kadang kadang bila toleh belakang rasa macam tak percaya je dengan keputusan yang aku ambik ni. But still before decide to quit, aku dah discuss dulu dengan kakak & close friends. Dan jugak solat & doa.
Kenapa aku berhenti? Aku anggap itu hanya asbab untuk aku mulakan hidup baru. Mungkin, jika aku tak diuji macam tu sampai ke tahap depression (aku mengalami kemurungan ok), aku tak berani buat decision ni dan terus stay dalam comfort zone aku yang tak comfort pun sebenarnya.
So dengan hati yang berat, dan pasrah, dan jugak redha (aku harap), aku mulakan hidup baru pada usia 26 tahun. Work from home. Most people said it's best to work from home, but only those who are wearing the same shoes know how it feels. Lalala. Aku buat bisnes. Jual alQuran atas label suratchenta. Aktif kat instagram je. Jemput follow. Eh.
Work from home. Tu memang satu cita cita la jugak. Aku dibesarkan oleh seorang ibu yang kerjayanya adalah suri rumah. Jadi, melihatkan itu menjadikan aku ingin berada di situ. Menjaga keluarga, erat dengan anak anak dan suami. Betapa indahnya rumah yang dihiasi dengan kehadiran seorang ibu. Ye. Aku ada ijazah. Tapi at the end memang harapan aku nak bekerja dari rumah. Dan bila orang mengharapkan aku berkerjaya hebat dan bergaji besar, agak menyedihkan aku la selama ni. Sebab benda benda tu memang takde dalam aim aku. Aku cuma nak cari apa yang aku boleh buat untuk aku bekerja dari rumah. Lumayan ke tak lain cerita, asal kita tak berhenti berusaha. Kan?
Dan Alhamdulillah aku diketemukan dengan perniagaan menjual alQuran dan jujurnya aku sangat suka melakukan ini. Bahagianya aku rasa bila bertemu dengan pembeli yang benar benar mencari, pembeli yang muallaf, pembeli yang menjadikan alQuran sebagai hadiah, dan yang paling membahagiakan sudah tentu - sis, tadi saya baca alQuran yang sis jual. Saya suka sangat. Terima kasih sis. - hati mana yang tak berbunga ye dak? Alhamdulillah.
Bukankah Allah dah kata tidak ada yang diberikanNya adalah sia sia?
So for 2015, I start myself as entrepreneur, that selling alQuran. And step by step I will achieve my dreams. InsyaAllah.
Nanti lah ye update lagi. InsyaAllah.
Assalamualaikum!
Khamis, 6 November 2014
Mulut Jahat
Isnin, 21 Julai 2014
Dunya or Akhirah
No matter how much you deny
It's a fact not a lie
Death is near, do you have any fear?
People talk about it all the time, but do you even hear?
What happens when the reminders go through your ear?
Death is a destroyer of all pleasures
It takes away the value of all your materialistic things and treasures
We know that this life is just a test, that's why our behaviour should be at it's very best
We need to seek knowledge and get closer to our Lord
Many people grow up practising Islam, but then they get bored
They turn their heads without any heed, they feel no remorse when they commit a bad deed
They don't care about the people in need
They don't care about the rest of the Muslims who constantly bleed
These are not the muslims that our ummah needs
These people are misguided and lost
They say they want Jannah, but in the end it will be their loss
This dunya (world) is just a bridge that we need to cross
Jannah has a price, it's called sacrifice
Soon we will have so much regret, because this world the life everyone will forget
I pray to Allah that we are not led astray
Because I'm sure all of us want to be shaded on judgement day
We need to realize what's right in front of our eyes
This dunya (world) is filled with deceived and lies
The angel of death can take your life anywhere
And you can't tell me that's not fare, but that's just how life is
You can die from anything including rare diseases
The point is Allah can take your life whenever He wills
Doesn't matter how much money you have, you won't need those dollar bills
All you are taking to your grave are your actions and your deeds
Do you think Allah will be pleased?
Do you think your good deeds will be heavy on the scale?
Everyone will be judged, male and female
Will you pass or will you fail?
Everytime you follow a desire, your getting closer to the fire
Unless you repent to Allah who does not tired from forgiving you
So don't prefer dunya (world) over deen,
Do you think your sins aren't being seen?
Allah's always watching, and the angels are always writing
Just remember that next time your fighting or backbiting
Don't chase after this world because it's only temporary
Aren't you scared of hell, don't you think it's scary?
But you won't be that scared to depart if Allah is in your heart
And only Allah knows what's inside
He sees what you reveal and He knows what you hide
So fear the day when the earth will collide
And pray to Allah that in Jahannam you won't abide
Allah is always by your side, so put away your pride
All of us make mistakes but if you repent sincerely insyaAllah Allah will let it slide
So make sure that Allah is the one who you obey
For this life is not meant for fun and play
One of the best times to worship Allah is at night
When there is no one else in sight
When is only you and the One who made you
You and the One who never betrayed you
Turn back to your Creator, and don't say you'll worship Him later
You don't know when you will go
No one is promised tomorrow
Save yourself the sorrow
Think about the time when you will be buried 6 feet under the ground
When your heart will start to pound
When you will be startled by the slightest sound
When your thoughts will be going round and round
When you will be questioned about everything you used to do
When you will be questioned about the people that used to follow you
And also the people you used to follow
Will they benefit you when that hollow grave swallows you?
That's why we need to have righteous friends
Because they will be with you even after your life ends
Once you in the ground there will be no second chance
No re-do, once you soul is taken you will be forsaken
So forget YOLO (you only live once)
Because in the grave you will be SOLO
Maybe right now your imaan is low
You can change that ticket slow
Now I'm not guaranteeing you have a lot of time
Listen (read) carefully to my rhymes
You never know when you will leave
But dying won't be a problem if you surely believe
But you shouldn't worry as much about death
As you should the state in which you will die
Cause no one can save you from your grave
But what will happen when you are inside?
For we are only made of clay, and on that day many people will cry tears that will dry
Think about the day when you will be resurrected and you will rise and you will see all these people and realize
We are smaller than flies
And the scary thing is, only the true believers will attain the ultimate prize
Whoever does an atoms weight of good will see it
But if you wanna keep doing bad then so be it
But you'll have no one to blame, this life is not a game
You act like you can handle Jahannam, yet you can't even bare a single flame
You'll have so much shame, but you got what you wanted
That dunya (world) fame, was it worth it?
Remember to lower your gaze for better days
Remember to increase your sujood it will lighten your mood
And don't be rude, especially to your parents who made you who you are
They are more special than any gold sliver or a million dinars
And also for them death is not far
So serve them everyday and be careful how you speak to them, watch what you say
And make sure you pray for them, because one day they won't be there
You will see their empty chair
So help your family to prepare
When you turn to the Quran you can't go wrong
Also try to increase your fasting, the rewards will be ever lasting
Remember Allah
Remember solah
Remember the sunnah
Remember the ummah
Remember your grave
Remember that you are only a slave
Remember your deen
Remember to stay clean
I want you really think about everything I said (wrote)
Because soon you will be on your death bed
Take some time now to pray for the dead
And I'm not trying to freak you out, I'm just being real
Imagine if the next thing you ate was your last meal
Allah is the most forgiving
So change your life now while you are still living
Make sure your intentions are sincere, the end is near and the goal is clear
Remember death and stay steadfast
Because you don't know which breath will be your last
Dunya or Akhirah | Maryam el-Ashiri
Selasa, 8 Julai 2014
Ramadhan
Selasa, 17 Disember 2013
Aiman Azlan: A Letter From Single Aiman To Married Aiman
Sabtu, 21 September 2013
The Reflection of Me
Khamis, 1 Ogos 2013
Raya Untuk Aku
Khamis, 4 Julai 2013
Mutabaah Amal 1434H
Salam Ramadhan Al-Mubarak.
Moga memperoleh Lailatul Qadr!
:)
Sabtu, 1 Jun 2013
Malam Sunyi
Jam pukul 4 pagi dan tiba tiba aku terjaga. Tersedar. Isyak belum tunaikan lagi. Terlelap dalam sibuk aku berfikir.
Jiwa aku runsing.
Lately, aku hanyut dalam puisi puisi fynn jamal. Kenal dia dah lama, tapi baru sekarang nak mengerti jiwanya bagaimana. Banyak yang sama. Puisi lagu Biar itu aku dengarkan jutaan kali. Berulang ulang. Lagu buat sang ayah, yang peluh jerihnya tak ada noktah demi kesenangan anak anak.
Aku cintakan abah. Mahu dia bahagia, mahu dia ke Syurga. Abah yang tak banyak cakap, jiwa sepinya tak siapa yang tahu. Kadang kadang bila boleh fikir dengan waras, betapa kosongnya hidup lepas mak meninggal dunia, lara lagi jiwanya abah kehilangan isteri yang tercinta. Mak dulu, dalam sakitnya masih gigih hidangkan makanan, masih gigih tanakkan nasi untuk suami dan anak anak. Mak dulu, dalam perjuangannya nak menghapus pergi virusnya kanser, masih mampu untuk senyum, masih mampu bagi kekuatan buat anak anak dan suami. Aku lahir dari ayah bonda yang gagah perkasa. Syukur padaMu Tuhan.
Ada banyak puisi puisi fynn jamal yang meresap ke jiwa aku. Buat aku sesak nafas. Jangan jatuh, menemui ayahbonda, cerita perempuan kecil dalam jamban, bila dah suka etc. Banyak. Bukan jiwa aku sorang yang pernah remuk. Bukan hati aku sorang yang pernah lara. Di luar sana, berjuta yang rasa. Yang lebih parah pun ada, sampai tak terbilang jari. Cuma yang redhanya, mungkin tak seberapa. Allahualam.
Lagi satu yang menghambat jiwa aku, movie pendek Sebelah Sayap. Part yang buat aku termenung panjang, saat mat tanya, "masa dia stress, masa dia perlukan ko utk cerita, kau ada? Kau pernah nak dengar masalah dia? Pernah cuba nak faham dia?" Lebih kurang gitulah ayatnya.
Kita ini, ramai sangat yang perasan sibuk, walaupun kita hakikatnya memang sibuk. Tapi jika dengan sibuk kita itu hingga diabaikan hak orang lain yang harus kita tunaikan, kita bukanlah manusia yang sibuk tapi menolak tanggungjawab yang ada. Selagi namanya manusia, kita adalah daie. Apatah lagi jika kita adalah Muslim, nyata kita adalah daie. Penyeru kebaikan, pembawa ke jalan Tuhan. Tapi, terlalu ramai abaikan amanah ini. Kalau tak mampu ajak orang lain, at least, ajak diri sendiri tu ke Syurga.
Bila kita perasan baik, itu tanda iman kita dah tercemar akan sucinya. Bila perasan baik, tak mahu bergaul dengan yang kita pandang belum baik atau tak mungkin baik, atas alasan tak mahu jadi macam dia, you are wrong sister. You never know apa kebaikan tersembunyi yang ada dalam diri dia yang mungkin saja dapat bantu anda lebih erat dengan Tuhan. Tell yourself, cuba faham orang lain, jangan selfish perasan hidup ini is only about you.
Nak kejar Syurga, tapi kejar sorang sorang. Tak best. Itu pun kalau dapat masuk.
Jaga diri, walau di mana kamu berada, walau dengan siapa kamu bersama. Kita bukan lagi muda, esok lusa mungkin telah tiada.
Notakaki: update by phone. Gigih.
Isnin, 13 Mei 2013
She.
Isnin, 22 April 2013
Aku.
Dan aku rasa macam tu sebab bila aku cuba nak jejak, jarang yang punya kelapangan waktu. Atau cuba melapangkan waktu untuk aku.
*senyum*
Atau pun mungkin aku sebenarnya yang berlebih lebihan dalam meminta. Astaghfirullah.
Khamis, 11 April 2013
Pejabat Baru
Company penuh jantina lelaki. Yang menaip ini sajalah namanya perempuan. Dan masih si gadis. Gadis yang baru kenal tarbiyyah ketika waktu awalnya dia mula bekerja di syarikat ini. Sebab dah kerja dengan semuanya lelaki, si gadis ini lama lama tudung dah semakin labuh. Biar lepas ke bawah. Takde pin pin bahu. Err..tapi buat jugak kadang kadang. =_= Pakai stokin tangan, pakai stokin kaki, walau kadang kadang bila dah bukak tak reti pakai balik. At least, rasa lebih menjaga.
Sebab, mereka pun menjaga. Sama sama menjaga.
Kadang kadang bila tengok cermin rasa macam tak percaya ini ke Izzah?
Risau kalau tudung jarang. Risau kalau tudung nampak dada.
Dulu tak pernah pernah nak fikir sampai macam tu.
Begitu. Salah satu tarbiyyah yang saya dapat disini.
Syukur saya panjangkan. Alhamdulillah.
Haila. Tadi macam nak cerita pasal pejabat baru. Mula dah la kan menyimpang sana sini sampai Slim River.
Pejabat baru, letaknya di Setapak. Dekat dengan segala macam benda. Syukur dah tuu. Cuma satu, jauh dari rumah lah. Harharhar.
Pejabat baru, seronok menghias bagai. Siap letak pewangi. Punya semangat lah kan.
Pejabat baru, rasa lah pergi kerja naik tren. hewhew. Oh tadi hari pertama naik tren pergi ofis. Lepas tu tatau la apa nak dikatakan nasib, naik tren dengan ada sorang hamba Allah ni tetibe kejap kejap menjerit. Kejap kejap menjerit. Serius. Dia duduk bersila kat lantai. Lepas tu jerit apa ntah. Semua orang buat tatau. Ke dah memang selalu? Seriau rasa kot dia nak buat something unpredictable.
Tapi tu la manusia. Tengok je. Takde sape peduli.
----
Bismillah.
Mulakan hidup baru di Setapak.
Selasa, 9 April 2013
Mutabaah Amal 2013
Ahad, 7 April 2013
Refleks.
Isnin, 25 Mac 2013
Negeri Darul Naim
Well, both were passed away because of cancer. Walaupun keadaan tu tak sama which means abah Nad terbaring je since mula sakit dan mak aku pulak lumpuh masa saat akhir, aku dan Nad sama sama dah rasa dan lalui perasaan tengok parents sendiri terlantar sakit tu macam mana dan akhirnya pergi mengadap Ilahi. Perasaan tu, yang melalui je akan lebih faham dengan jiwa, bukan dengan rasa simpati.
Tak menangis, cool, hidup macam biasa, memang tu satu lambang kekuatan hati. Dan juga redha dengan takdir Ilahi. Tapi pada yang menangis, yang selalu sebut, bukan pula lambang tak redha. Setengah orang yang tak merasa, menghalang orang orang sebegini untuk berkongsi kisah satu pengalaman perjalanan hidup, kerana rasa mengenang akan menambah duka. Tapi percayalah, jika seseorang itu bercerita dalam keadaan bersahaja, hakikatnya dia redha, dan dia cherish the moments yang Allah bagi kesempatan untuk rasa. Cerita tu tak buat sedih or pilu or what so ever negative feeling pun, tapi sebenarnya dapat melepaskan rasa yang terbuku. Kalau orang nak cerita, biarkan. Dengarkan. Dan jika yang mengalami itu tidak membuka mulut untuk berkongsi, maka biarkan. Beri dia masa. Jangan desak untuk tahu keseluruhan cerita. Kerana menerima kenyataan ini, perlu kekuatan diri yang besar. Dan yang penting, jangan melihat dengan rasa simpati. Itu akan buat orang yang diuji rasa lebih berat. Allah dah takdirkan begitu, dan adakah takdir Allah itu tidak baik hingga perlu kita melihatnya dengan simpati. Beri dia kekuatan. InsyaAllah.
Aku cuma ada jiwa yang besar. InsyaAllah.



