بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sabtu, 28 Mac 2015

Sebuah Kematian

Jumaat. 27.03.15

Akhirnya orang yang tiap kali aku on facebook akan terjah profile dia dulu sejak tahu dia kritikal di ICU, telah pergi menemui Ilahi. Sesak dada sebab tahu selepas 4 jam pemergiannya. Aku tangisi kematiannya.

Dia bukan siapa siapa dalam kehidupan aku. Sekadar friend on list di facebook yang tidak pernah berhubung melainkan sekadar ucapan selamat hari lahir. Ah hari lahirnya cuma sehari selepas aku. Mudah nak ingat. Cuma ya, aku silent reader status statusnya. Rupanya sudah lama. Dari zaman dia belajar sekitar 2009/2010 hingga waktu dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dan aku perasan dia rupanya warded sejak bulan satu, tapi hakikatnya hujung tahun 2014 dia sudah bermastautin menjadi pesakit hospital. Sejak sejak itu aku lebih kerap memerhati statusnya, apa sakitnya, harapnya cepat sembuh. Sampai satu ketika melimpah wall postnya dengan pengkhabaran dia kritikal. Doa tidak putus putus dari keluarga dan sahabatnya. Sehinggakan aku rasa ramai silent readernya yang muncul juga memberi kata semangat.
Dan aku juga. Mengharap keajaiban untuk pejuang di ICU.

Bayangkan. Aku on facebook semata nak tahu khabar beritanya. Seminggu dia kritikal seminggu itu jugalah aku kerap menyelusuri facebooknya. Tak pernah aku gigih begitu inikan pula pada stranger. Sampailah pada jumaat (27.03.15) terdetik di hati aku, jika Tuhan ambil dia pergi bukankah ini pelajaran yang sangat besar? Aku sudah lama tidak menghadap kematian yang aku kenali, yang aku rasa sakit di dada menangisi. Aku tahu mati tak mengenal usia nyatalah Tuhan mengambilnya pergi ketika usianya cuma 27 tahun, yang sebelumnya dalam keadaan sihat lalu didiagnosis dijangkiti tibi abdomen.

Bagaimana kalau aku di tempat dia? Bagaimana kalau Tuhan kata hayat aku cuma tinggal beberapa ketika? Dia pergi pada genap dua bulan selepas ulang tahun kelahirannya. Melihatkan status statusnya beberapa minggu sebelum itu, siapa sangka bahawa ajalnya sudah begitu dekat?

Aku tangisi pemergian ini atas hilangnya seorang doktor yang menceriakan, tetapi aku lebih berduka melihat diri aku yang penuh dosa dan noda. Tuhan mengangkatnya menjadi mulia, moga Tuhan tidak menjadikan aku hina.

Allahu akbar. Kematian itu membangunkan.

Rehatlah Iskandar Dzulkarnain. Sekarang sudah sihat dari penyakitmu. Moga malam malammu di alam barzakh bertemankan taman taman syurga yang indah. Dan moga dalam sakitmu sebelum itu telah menghapus tiap dosamu.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiunn

Selasa, 17 Februari 2015

2015

Aku tahu dah masuk setengah bulan dua dah pun tapi sebab blog ni dah seratus tahun tak update so 2015 still new for me. Hiks.

Dan Alhamdulillah merasa dah kita ke tahun 2015. 2015 ni kira permulaan hidup yang baru la jugak untuk aku. Sebabnya, aku berhenti kerjaaa wohoooo. Hmm. Aku tak expect pun aku akan berhenti kerja. Paling paling pun bertukar syarikat bekerja bukannya berhenti terus. Kadang kadang bila toleh belakang rasa macam tak percaya je dengan keputusan yang aku ambik ni. But still before decide to quit, aku dah discuss dulu dengan kakak & close friends. Dan jugak solat & doa.

Kenapa aku berhenti? Aku anggap itu hanya asbab untuk aku mulakan hidup baru. Mungkin, jika aku tak diuji macam tu sampai ke tahap depression (aku mengalami kemurungan ok), aku tak berani buat decision ni dan terus stay dalam comfort zone aku yang tak comfort pun sebenarnya.

So dengan hati yang berat, dan pasrah, dan jugak redha (aku harap), aku mulakan hidup baru pada usia 26 tahun. Work from home. Most people said it's best to work from home, but only those who are wearing the same shoes know how it feels. Lalala. Aku buat bisnes. Jual alQuran atas label suratchenta. Aktif kat instagram je. Jemput follow. Eh.

Work from home. Tu memang satu cita cita la jugak. Aku dibesarkan oleh seorang ibu yang kerjayanya adalah suri rumah. Jadi, melihatkan itu menjadikan aku ingin berada di situ. Menjaga keluarga, erat dengan anak anak dan suami. Betapa indahnya rumah yang dihiasi dengan kehadiran seorang ibu. Ye. Aku ada ijazah. Tapi at the end memang harapan aku nak bekerja dari rumah. Dan bila orang mengharapkan aku berkerjaya hebat dan bergaji besar, agak menyedihkan aku la selama ni. Sebab benda benda tu memang takde dalam aim aku. Aku cuma nak cari apa yang aku boleh buat untuk aku bekerja dari rumah. Lumayan ke tak lain cerita, asal kita tak berhenti berusaha. Kan?

Dan Alhamdulillah aku diketemukan dengan perniagaan menjual alQuran dan jujurnya aku sangat suka melakukan ini. Bahagianya aku rasa bila bertemu dengan pembeli yang benar benar mencari, pembeli yang muallaf, pembeli yang menjadikan alQuran sebagai hadiah, dan yang paling membahagiakan sudah tentu - sis, tadi saya baca alQuran yang sis jual. Saya suka sangat. Terima kasih sis. - hati mana yang tak berbunga ye dak? Alhamdulillah.

Bukankah Allah dah kata tidak ada yang diberikanNya adalah sia sia?

So for 2015, I start myself as entrepreneur, that selling alQuran. And step by step I will achieve my dreams. InsyaAllah.

Nanti lah ye update lagi. InsyaAllah.
Assalamualaikum!

Khamis, 6 November 2014

Mulut Jahat

Aku rasa moral down sangat sekarang ni. Moral down.

Sebelum sebelum ni aku rasa aku stress, pressure, tension sebab dengan sikap sahaja. Sikap yang malas, sikap yang kaki ponteng, sikap kaki merayap, sikap sibuk hal orang, sikap ahhh macam macam sikap buruk yang lain. Aku sangka sikap sikap ini tak ada kaitan dengan pemikiran, rupanya dah lama pemikiran aku berubah. Lama lama apa yang aku nampak semuanya buruk. Sudah tidak ada ikhlas. Sudah tidak ada kesanggupan. Segalanya dibuat kerana terpaksa. Semuanya dibuat dengan rasa benci.

Tahu tak bila aku tersedar aku rasa macam sedih gila. Aku menzalimi diri sendiri, aku menzalimi syarikat tempat aku mencari rezeki, aku menzalimi bos aku sendiri. Dan aku tatau macam mana aku nak perbetulkan dan bertaubat. 

Aku sedih gila. Sedih gila membiarkan telinga dan hati dan jiwa aku dihasut sampai begini jadinya. Bayangkan hubungan baik aku dengan semua orang, dengan syarikat semuanya dah retak. Bayangkan aku dah tak guna bahasa yang baik baik bila bercakap dengan orang. Bayangkan aku dah tak buat kerja dengan rasa semangat untuk bantu syarikat tapi semuanya dengan rasa terpaksa dan benci. Membayangkan semua ni pun buat aku rasa aku takde harapan dah. Lebur. Sebab biarkan telinga mendengar hal hal yang buruk sepanjang masa sampai hati & jiwa mengikut sama.

Ya Allah, mana aku campak iman yang cuma secebis ini?

Isnin, 21 Julai 2014

Dunya or Akhirah

We're all going to die
No matter how much you deny
It's a fact not a lie
Death is near, do you have any fear?
People talk about it all the time, but do you even hear?
What happens when the reminders go through your ear?
Death is a destroyer of all pleasures
It takes away the value of all your materialistic things and treasures

We know that this life is just a test, that's why our behaviour should be at it's very best
We need to seek knowledge and get closer to our Lord
Many people grow up practising Islam, but then they get bored
They turn their heads without any heed, they feel no remorse when they commit a bad deed
They don't care about the people in need
They don't care about the rest of the Muslims who constantly bleed
These are not the muslims that our ummah needs
These people are misguided and lost

They say they want Jannah, but in the end it will be their loss
This dunya (world) is just a bridge that we need to cross
Jannah has a price, it's called sacrifice

Soon we will have so much regret, because this world the life everyone will forget
I pray to Allah that we are not led astray
Because I'm sure all of us want to be shaded on judgement day
We need to realize what's right in front of our eyes
This dunya (world) is filled with deceived and lies
The angel of death can take your life anywhere
And you can't tell me that's not fare, but that's just how life is

You can die from anything including rare diseases
The point is Allah can take your life whenever He wills
Doesn't matter how much money you have, you won't need those dollar bills
All you are taking to your grave are your actions and your deeds
Do you think Allah will be pleased?
Do you think your good deeds will be heavy on the scale?
Everyone will be judged, male and female
Will you pass or will you fail?

Everytime you follow a desire, your getting closer to the fire
Unless you repent to Allah who does not tired from forgiving you
So don't prefer dunya (world) over deen,
Do you think your sins aren't being seen?
Allah's always watching, and the angels are always writing
Just remember that next time your fighting or backbiting

Don't chase after this world because it's only temporary
Aren't you scared of hell, don't you think it's scary?
But you won't be that scared to depart if Allah is in your heart
And only Allah knows what's inside
He sees what you reveal and He knows what you hide
So fear the day when the earth will collide
And pray to Allah that in Jahannam you won't abide

Allah is always by your side, so put away your pride
All of us make mistakes but if you repent sincerely insyaAllah Allah will let it slide
So make sure that Allah is the one who you obey
For this life is not meant for fun and play
One of the best times to worship Allah is at night
When there is no one else in sight
When is only you and the One who made you
You and the One who never betrayed you
Turn back to your Creator, and don't say you'll worship Him later

You don't know when you will go
No one is promised tomorrow
Save yourself the sorrow
Think about the time when you will be buried 6 feet under the ground
When your heart will start to pound
When you will be startled by the slightest sound
When your thoughts will be going round and round
When you will be questioned about everything you used to do
When you will be questioned about the people that used to follow you
And also the people you used to follow
Will they benefit you when that hollow grave swallows you?
That's why we need to have righteous friends
Because they will be with you even after your life ends

Once you in the ground there will be no second chance
No re-do, once you soul is taken you will be forsaken
So forget YOLO (you only live once)
Because in the grave you will be SOLO
Maybe right now your imaan is low
You can change that ticket slow

Now I'm not guaranteeing you have a lot of time
Listen (read) carefully to my rhymes
You never know when you will leave
But dying won't be a problem if you surely believe
But you shouldn't worry as much about death
As you should the state in which you will die
Cause no one can save you from your grave
But what will happen when you are inside?

For we are only made of clay, and on that day many people will cry tears that will dry
Think about the day when you will be resurrected and you will rise and you will see all these people and realize
We are smaller than flies
And the scary thing is, only the true believers will attain the ultimate prize
Whoever does an atoms weight of good will see it
But if you wanna keep doing bad then so be it
But you'll have no one to blame, this life is not a game
You act like you can handle Jahannam, yet you can't even bare a single flame
You'll have so much shame, but you got what you wanted
That dunya (world) fame, was it worth it?

Remember to lower your gaze for better days
Remember to increase your sujood it will lighten your mood
And don't be rude, especially to your parents who made you who you are
They are more special than any gold sliver or a million dinars
And also for them death is not far
So serve them everyday and be careful how you speak to them, watch what you say
And make sure you pray for them, because one day they won't be there
You will see their empty chair
So help your family to prepare

When you turn to the Quran you can't go wrong
Also try to increase your fasting, the rewards will be ever lasting
Remember Allah
Remember solah
Remember the sunnah
Remember the ummah
Remember your grave
Remember that you are only a slave
Remember your deen
Remember to stay clean

I want you really think about everything I said (wrote)
Because soon you will be on your death bed
Take some time now to pray for the dead
And I'm not trying to freak you out, I'm just being real
Imagine if the next thing you ate was your last meal

Allah is the most forgiving
So change your life now while you are still living
Make sure your intentions are sincere, the end is near and the goal is clear
Remember death and stay steadfast
Because you don't know which breath will be your last


Dunya or Akhirah | Maryam el-Ashiri